Kastorius: Kapolri Masuk Kerja Senin

Penasihat khusus Kapolri, Kastorius Sinaga, mengatakan, kesehatan Kapolri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri pada Sabtu (14/8/2010) ini sudah jauh membaik. “Pak Kapolri hanya butuh bed rest di rumah dinas di Jalan Pattimura, Jakarta Selatan,” kata Kastorius Sinaga kepada Kompas.com, Sabtu.

Kastorius menghubungi Kapolri hari Sabtu pukul 09.40, menanyakan kondisi kesehatannya. “Pak Kapolri juga menjelaskan, beliau akan masuk kerja seperti biasa pada hari Senin (16/8/2010), termasuk melaksanakan serah terima jabatan beberapa perwira tinggi Polri, yang sempat tertunda hari Jumat kemarin,” jelas Kastorius.

Kapolri juga berpesan agar media meluruskan berbagai isu mengenai dirinya. “Isu tekanan dari Istana, isu penculikan terhadap dirinya, serta rumor pencopotan dirinya, itu semua tidak benar,” tandas Kastorius. “Yang benar adalah beliau memang sakit akibat kecapaian bekerja dan hanya butuh istirahat,” ungkap Kastorius Sinaga.

Din Kritik Kapolri

Institusi Kepolisian RI (Polri) terus menjadi sorotan. Sejumlah kasus yang terbengkalai dan ketidakkonsistenan pernyataan pemimpin puncak Polri masih juga menuai kritikan. Terakhir, Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri dihujani kritik setelah pernyataannya terkait bukti rekaman percakapan Ade Raharja-Ary Muladi tak bisa dibuktikan. Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, turut melayangkan kritikan.

"Kita belajar dari pengalaman, banyak pernyataan Polri bahkan langsung dari Kapolri yang tidak benar. Kalau ada (kasus) yang tidak disertai bukti kuat, maka harus dibebaskan demi hukum," kata Din seusai mengisi diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/8/2010).

Akan tetapi, jika memang pihak kepolisian memiliki bukti yang kuat, akurat dan faktual, ia menegaskan, tak akan ada yang menghalangi proses penegakan hukum. Pernyataan Din ini juga terkait dengan aksi pemberantasan terorisme yang dilakukan kepolisian dan baru saja menangkap pengasuh Ponpes Al Mukmin, Ngruki, Abu Bakar Ba'asyir.

"Saya sangat mendukung aksi pemberantasan terosime. Terorisme adalah musuh negara dan agama. Tidak ada satu agama pun yang membenarkan terorisme. Namun, dalam pemberantasan terorisme, kepolisian harus mengindahkan aturan hukum dan HAM serta budaya Indonesia. Asumsi atau dugaan bahwa seseorang terlibat dalam aksi terorisme harus disertai bukti yang kuat," tegas Din, yang juga menjabat Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Bebas Bicara, Pemimpin Tutup Telinga

Kepemimpinan SBY-Boediono mendapat banyak catatan. Momentum peringatan Hari Kemerdekaan ke-65 tahun, diharapkan menjadi momen evaluasi untuk memperbaiki kinerja pemerintahan yang berimplikasi pada kesejahteraan rakyat. Dari sisi kebebasan berekspresi den menyatakan pendapat, apa yang terjadi saat ini memang bisa diapresiasi.

Namun, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih, Adhie M Massardi mengatakan, suara-suara dan aspirasi rakyat selama ini tak didengarkan oleh pengambil kebijakan. "Dibandingkan masa lalu, saat ini kita memang sudah bebas bicara. Tapi pemimpinnya justru menutup telinga, jadi tidak mendengar suara dan jeritan rakyatnya," kata Adhie saat mengisi diskusi Radio Trijaya "Merdeka tapi Cemas", di Jakarta, Sabtu (14/8/2010). Ke depannya, menurut dia, Indonesia butuh pemimpin atau elit-elit yang memiliki rekam jejak keteladanan. "Jangan pemimpin yang malu karena nilai tukar mata uangnya banyak nol-nya, sehingga usul gila redenominasi. Tapi justru tidak malu ketika rakyatnya bunuh diri karena utang Rp 20.000," kritiknya.

Mantan Juru Bicara Presiden Abdurrahman Wahid ini menambahkan, negara harus memainkan perannya mensejahterakan kehidupan rakyat. "Tetapi, semakin ke sini, Presiden yang dipilih langsung oleh rakyat justru menciptakan situasi yang semakin kacau. Institusi hukum melakukan kebohongan publik dan memicu anarkisme," ujarnya.

Wartawan 'Kompas' Syamin Pardede Meninggal

Wartawan harian Kompas, Samin Pardede (69), meninggal dunia, Sabtu (14/8/2010) pagi. Menurut Ahmad Rifai, adik kandung almarhum, semalam Samin mengeluh sakit dada. Lantas oleh keluarga dibawa ke RSUD Binjai.

Karena peralatan di RSUD Binjai kurang lengkap, Samin dilarikan ke RS Adam Malik, Medan. "Kondisinya biasa-biasa saja. Ngobrol juga biasa," kata Rifai.

Namun, pukul 06.50 WIB, Samin Pardede meninggal di RS Adam Malik karena serangan jantung. Samin Pardede meninggalkan satu istri, 5 anak, dan 10 cucu. Sebagai wartawan Kompas, Samin Pardede sempat menjabat Kepala Biro Sumatera Bagian Utara.

Saat ini jenazah berada di rumah duka, Jalan Mawar Nomor 9, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara. Pemakaman jenazah akan dilakukan setelah shalat ashar di pekuburan Kelurahan Pahlawan yang tidak jauh dari rumah almarhum.